Story & History

Kisah Sebuah Kisah

Saya lagi bercerita tentang kisah Qabil dan Habil ketika seseorang mencolek, memberi kode ada yang mau minta bicara. Saya angguki dan bilang, “Tunggu sebentar, saya selesaiin ini dulu.” Seseorang itu mangangguk lalu pergi. “Sampai mana tadi?” saya bertanya kepada anak-anak yang duduk melingkar sambil bersila. “Qabil menculik Iqlima…” jawab mereka kompak, saya senang berarti mereka… Continue reading Kisah Sebuah Kisah

SENGGANG

Militer Akademi (pernah) di Tangerang

  Kisah heroik Daan Mogot sebenarnya berawal dari sini. Orang banyak dan mungkin hanya mengenal nama itu sebagai jalan yang melintas dari Tangerang ke Jakarta yang panjangnya sekitar 20 kilometer lebih. Belakangan memang seolah menjadi jamak, tepatnya memprihatinkan, karena nama-nama pejuang, pahlawan, orang yang berjasa besar, dengan pengorbanan jiwa raga dan darahnya untuk bangsa ini… Continue reading Militer Akademi (pernah) di Tangerang

SENGGANG

Di Balik Perang Diponegoro

“Dikhianati tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah berkhianat. Ditipu tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah menipu. Dibunuh tidaklah berbahaya, yang berbahaya adalah membunuh.” Ujaran Kyai Waron, kiai sepuh selain Kyai Mojo dan lainnya yang mengiang saat Pangeran Diponegoro dikelabui De Kock di Wisma Residen Kedu di Magelang seakan menyampaikan pesan moral yang kuat dan memiliki relasi kekinian… Continue reading Di Balik Perang Diponegoro

Story & History

Belajar dari Pardi

Pemandangan sepanjang jalan raya Kroya ke Nusawungu Cilacap indah bukan main siang itu. Setelah mengantarkan istri ke Stasiun Kroya, kembali ke Jakarta karena liburan sudah usai, saya sengaja menikmati perjalanan dengan sepeda motor. Jalan beraspal halus, setelah beberapa pertokoan di Kroya, kemudian perumahan, dan selanjutnya, persawahan luas dengan langit biru dan tampak perbukitan yang hijau.… Continue reading Belajar dari Pardi

Story & History

MEMBANGUN MASJID

            “Kantong umat itu nggak secetek kantong kita, Pak…” saya bercanda, “Kalau kantong kita mah keukur, tapi kalau umat kan banyak, tak terukur.” Selepas maghrib atau isya berjamaah, kami sering ngobrol. Apalagi sebagai pengurus baru waktu itu. Saya lagi-lagi ‘ketiban sampur’ jadi sekretaris. Walaupun sebenarnya, saya nawaitu-kan untuk membantu teman-teman – meskipun banyak yang lebih… Continue reading MEMBANGUN MASJID

Sudut Pandang

Peta Hidup

Tidak ada kata ‘kesasar’ dalam hidup saya sejauh ini. Baik secara harafiyah ketika dalam melakukan perjalanan, maupun menikmati hidup. “Nemu jalan baru,” atau “Nyobain jalan yang beda,” itu alasan saya. Jadi biasa saja, malah asik seperti menemukan sesuatu yang baru, pemandangan baru, pengalaman baru. Tentu saja, cerita baru. Menyenangkan sebenarnya. Nah, apakah ketika saya masuk… Continue reading Peta Hidup