SENGGANG

Akhirnya Si Doel Memilih


poster doel2

Hidup adalah pilihan. Dan Si Doel telah memilih. Walau agak terlambat menonton film Akhir Kisah Cinta Si Doel, saya merasa ikut lega. Setidaknya, saya yang tumbuh bersama kisahnya Si Doel dari zaman Babeh Sabeni (diperankan Benyamin S) masih hidup, Kong Tile juga masih ada, dan Nyak (Aminah Cendrakasih) masih sehat, segar bugar juga Mandra yang tengilnya kagak ade habisnye, merasa lega Rano Karno mencukupkan Si Doel.

Setidaknya hampir 25 tahun lebih Si Doel hadir di kepala jutaan manusia Indonesia. Seri Si Doel Anak Sekolahan yang hadir berseri di jam tayang prime time, bahkan sempat re-run (diputar kembali) entah berapa kali di televisi yang sama. Hadir menjelang milenium, dari baru lepasnya era televisi ber-dekoder, hingga masa milenial yang tumbuh asik dengan gadget, ojek online, dan es kopi. Dari Doel masih kuliah, Sarah masih skripsi, dan Zaenab masih kursus bahasa Perancis. Hingga Doel (Rano Karno) sempat jadi wakil bupati Tangerang, wakil gubernur Banten, gubernur Banten dan sekarang jadi politisi di Senayan dalam dunia nyata. Terakhir, saya tidak tahu persis apa pekerjaan Doel sejak dia ke Belanda bersama Mandra di film pertamanya, hingga kemarin di film Akhir Kisah Cinta Si Doel. Ada adegan di oplet bersama anaknya, Dul (namanya sama beda ejaan) dia menceritakan riwayat pekerjaannya.

Ini film roman. Cinta segitiga. Dan Rano Karno mampu membuat semua penonton Si Doel dari televisi hingga layar lebarnya setia menunggu. Inilah ‘kejeniusan’ Rano Karno mengemas emosi di ruang industri. Menyihir penggemarnya hingga muncul ‘Kubu Sarah’ dan ‘Kubu Zaenab’. Doel yang diamnya dianggap peragu, pembimbang, dan bikin geregetan tak kunjung juga memilih, Sarah (Cornelia Agatha) atau Zaenab (Maudy Kusnaedi). Hingga film perdana Si Doel yang rilis 2018 memberitahu tinggal bersama Dul, anaknya yang berumur belasan tahun di Belanda. Kepergian yang disebabkan kesalahpahaman dan rasa cemburu yang besar terhadap sikap Si Doel terhadap Zaenab. Dalam kisah sebelum difilmkan, Zaenab sudah menikah dengan Hendri dan mengalami KDRT hingga ayahnya Zaenab meminta tolong Doel untuk membantu. Kedekatan inilah yang menjadi alasan Sarah pergi dalam keadaan hamil dan menutup serial Si Doel di televisi.

Rano Karno memang pencerita yang mampu mengolah emosi. Dari awal Si Doel versi televisi hingga layar lebar yang juga berseri ini, pola penceritaannya selalu memberi ruang terka bagi penontonnya. Beberapa adegan konflik yang memuncak, dihadirkan semakin memuncaki konflik di scene itu. Mau tidak mau, penonton dibuat gemas, geregetan, dan khawatir, tidak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpa tokohnya. Pun dengan perannya sebagai Doel, bergeming di ruang risau. Kegalauan dalam diam serta hadirnya alasan-alasan untuk kembali pada ruang bimbang sangat konsisten. Cerai atau tidak, bagaimana Sarah dan Dul, tapi bagaimana pula Zaenab yang kini jadi istrinya dan merawat Nyak.

alineaid2

Sedemikian juga Rano Karno mampu menghadirkan kekonyolan yang memecah emosi yang masih diperankan dengan baik oleh Mandra. Tokoh yang di mana saja perannya, mampu membuat tawa pecah sekalipun itu adegan yang sedih, pilu dan mengecewakan bagi Mandra. Masuknya Opie Kumis makin mempertajam kelucuan yang tetap terasa natural khas Betawi yang menjadi setting cerita ini dari awal.

Maudy Kusnaedi nyaris menjadi sentral cerita di film ini. Perannya sebagai Zaenab terasa berbeda dengan kepribadian yang mulai ‘berani’ bicara. Hampir merata semua talent berinteraksi dengan Zaenab di berbagai scene. Dengan Doel bahkan sangat memukau ketika harus menyampaikan dialog-dialog yang panjang. Dengan Atun, Nyak, Dul (anak Sarah dan Doel) dan tentu saja dengan Sarah yang menjadi kuncian film ini. Pembicaraan dua perempuan yang sama-sama mencintai satu laki-laki yang sama. Tentang cinta, tentang rasa nyaman, dan saling menyilakan, melepaskan, serta mengikhlaskan. (Tempatnya di mana ya, bagus banget…)

Pada akhirnya memang bukan hanya Doel yang memutuskan, karena Sarah juga mengambil keputusan dengan kelugasannya. Zaenab juga telah memutuskan sikap sebagai puncak perlawanan dalam diamnya, ‘aku tak mau jadi bayang-bayang cinta Abang ke Sarah.’ Ditambah lagi Dul, anaknya Sarah yang sangat dewasa pada umuranya yang belasan juga memberikan ruang pilihan baru bagi Doel. “Aku hanya butuh hidup tenang,” pinta Zaenab kepada Doel, kepada Atun dan kepada Nyak. Dan Doel telah memastikan kepada penonton Akhir Kisah Si Doel bahwa sepulang menonton, seperti kata Zaenab, semua akan hidup tenang, bahagia, dan lega dengan keputusan Si Doel.

Akhir kisah yang tidak saja menarik, tapi meneguhkan betapa Rano Karno mampu membuat sejarah panjang Si Doel di jagat tontonan Indonesia selama puluhan tahun. Dengan setting yang sama, talent yang sama, dan cerita yang berkembang melintas zaman.   Tabik, film yang menghibur dan emosional…

*foto-foto alinea.id

2 thoughts on “Akhirnya Si Doel Memilih”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.