SENGGANG

Dahlan Memang Unik


Uniknya Dahlan

Cita-cita orang besar ternyata sangat sederhana, “Saya tidak pernah punya cita-cita apa pun. Cita-cita tertinggi saya, kalau itu bisa dinamakan begitu, ingin punya sepeda,” kata Dahlan Iskan, pengusaha pemilik Jawa Pos Grup. Mantan Menteri BUMN era Presiden SBY ini memang dikenal lugas dan sederhana. Sesederhana cita-citanya, yang dilatarbelakangi keadaannya waktu sekolah Aliyah (setingkat SMA), ia harus berjalan kaki belasan kilometer dan tanpa sepatu.

Sebenarnya ini buku lama, terbitan Naura Books tahun 2012. Judulnya Uniknya Dahlan, ditulis oleh M. Djupri, wartawan dan penulis yang pernah bergabung di Jawa Pos Grup milik Dahlan Iskan. Saya seringkali membaca ulang beberapa buku, sesuai dengan kondisi. Terutama buku-buku yang ringan dan menginspirasi. Itu sebab, untuk beberapa buku jenis ini saya pisahkan tempatnya, agar mudah dijangkau. Setidaknya, ambil, duduk, atau tiduran, lalu baca-baca, selesai.

Buku ini kumpulan sketsa tentang Dahlan Iskan. Banyak orang menyebutnya unik, tapi saya lebih memilih istilah sosok yang berkarakter kuat. Ada banyak unsur yang membuat seseorang memiliki karaketer semacam Pak Dahlan. Dengan kekuatan karakter itu, di mana saja Pak DI -begitu inisial yang dipakainya- berada, dia memiliki kekuatan mengubah suasana. Suasana kerja yang bersemangat dan bergelora, suasana berpikir jernih, visioner, dan detil. Dan suasana rileks, santai tanpa protokoler, apa adanya, egaliter dan jauh dari rasa-rasa feodal.

Dalam buku ini, dalam sketsa-sketsa pendek. Dahlan hadir dalam sosok yang humanis. Keping demi keping kisah, menyampaikan sisi kehidupan Dahlan terutama di saat memimpin Jawa Pos di Surabaya dan interaksinya dengan orang-orang di dalamnya. Dengan wartawan, sopir, satpam, orang keuangan dan semua yang terlibat. Ada pelajaran ‘gaya kepemimpinan’ ala Dahlan kalau kita jeli menangkap keping-keping kisah ini. Lagi-lagi perihal ‘karakter’. Memimpin tidak selalu di depan, mendapat privilege dan menjaga marwah demi kewibawaan, bahasa gampangnya jaga gengsi, hehe..

Setidaknya, kisah Dahlan ikut mobil boks sirkulasi yang membawa koran ke Magetan. Dahlan tidur di belakang di atas tumpukan koran yang pintunya dibuka agar ada angin (Menumpang Mobil Boks – hal.114). Juga ketika Dahlan ingin ke Madiun menjenguk ayahnya. Dia menumpang mobil boks, membiarkan kenek tetap duduk di menemani supir, “Sampean kerja, saya kan cuma numpang.” Dahlan tidur nyenyak di boks belakang, bersama koran yang masih bau tinta. Boleh jadi buat Dahlan, naik mobil boks itu sama enaknya dengan naik Jaguar L 1 JP warna hijau milik perusahaan (Menumpang Mobil Boks – hal.15).

Perihal ‘unik’-nya Dahlan banyak sekali di buku ini, hampir seratus kisah. Pendek-pendek, tak perlu berkerut kening membacanya. Ditulis sangat ringan, seringan Dahlan mengeksekusi sesuatu, seringan Dahlan melambaikan tangan menyetop angkutan umum di depan kantornya, seringan Dahlan menyuruh menjual korden bagus di kantornya untuk pesangon karyawan yang di PHK. Seringan dia memberikan tugas dan menyemangatinya. Seperti ketika seorang koresponden daerah ditugasi meliput haji alias liputan luar negeri. “Pak Bos, saya ini ke Surabaya saja baru sekali ini. Ke Jakarta juga belum pernah, kok ditugaskan di luar negeri.” Ringan saja Dahlan menjawab, “Sudah sekalian. Sampeyan berangkat ke Riyadh kan nanti lewat Jakarta…” (Ditugaskan ke Tanah Suci – hal.164)

Inspiratif dan menghibur. Buku ini membuat saya menasihati diri sendiri, “Jadilah orang yang memiliki karaketer, menjadi diri sendiri dan bermanfaat banyak buat orang lain.” Dan Dahlan Iskan adalah contoh menjadi diri sendiri yang asik dan menginspirasi. Tabik, panjang usia Pak… [tef]

2 thoughts on “Dahlan Memang Unik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.