Fun Writing

Unsur-Unsur Cerpen


            Belajar bersama itu menyenangkan, ada kehangatan, keakraban, bisa sambil bercanda, tetapi tetap kompetitif dalam menulis. Hasilnya, bisa tak terduga. Hingga satu ketika, ada empat orang teman di FUN Institute masuk nominasi juara pada lomba cerpen di tingkat provinsi. Membanggakan… tentu saja ini hasil dari keseriusan dan kerja sungguh-sungguh mereka. Mengapa sebagai komunitas baru bisa meloloskan empat nominator di lomba sekelas itu? Karena para pembelajar itu sangat rendah hati. Mereka satu per satu, mau cerpen yang ditulis untuk dilombakan itu dibedah bersama. Syaratnya, cerpen sudah selesai! Lalu apa saja yang dibedah…

            Tentu semua unsur cerpennya terpenuhi atau tidak. Apa saja, pertama ide atau temanya. Misal tema lombanya lokalitas, itu kan sangat luas. Maka harus diturunkan hingga mendapat tema paling fokus. Wi Noya – sebagai contoh yang cerpennya dibedah – mengambil tema tentang ‘selendang mayang’, kuliner langka yang kebetulan ditemukan waktu jalan-jalan ke Kota Tua di Jakarta Kota. Tugasnya, tidak hanya mampu mendeskripsikan selendang mayang, bahan baku hingga membuat dan menjualnya. Tetapi harus berpikir keras, selendang mayang bukan hanya tempelan. Dia harus menjadi ruh cerita yang ditulisnya. Demikian teman lain dengan tema lainnya.

            Kedua karakter dalam cerita itu harus kuat. Bila dihadirkan tokoh Betawi, bukan semata dengan logatnya saja. Tetapi harus mampu menghadirkan secara utuh gambaran visual dan ciri khas lainnya. Kalau harus hadir dengan kopiah merah, mengapa merah, bukan hitam atau penutup kepala lainnya. Kenapa juga harus pakai kaos oblong dengan celana gombrang dan bersabuk haji yang hijau warnanya. Semakin dalam eksplorasinya, tokoh hadir bukan semata pelaku, tetapi membawa banyak pengetahuan dan informasi.

            Ketiga perihal setting atau latar. Formula yang saya sampaikan kepada mereka, ‘penulis harus melihat lebih banyak dari orang biasa, melihat yang orang biasa tidak melihat’. Bukan berarti melihat yang metafisik, tetapi memiliki informasi dan pengetahuan lebih banyak tentang setting. Berlaku sebagai pengamat, sehingga penulis mampu menghadirkan kedetilan dalam ceritanya.

            Keempat perihal pilihan alur atau plot. Kalau tidak maju ya mundur. Sering disebut kilas balik atau flashback. Pilihan lainnya, gabungan antara kedua, alur maju dan alur mundur. Maju berarti tokohnya terus tanpa membawa masa yang sudah berlalu. Sebaliknya, mundur berarti memulai dari yang sekarang ke masa lalu. Bila pilihannya maju mundur, penulis bisa bercerita tentang kekinian, hari ini dengan menyusup ke masa silam, dengan berbagai kombinasinya.

            Kelima apa lagi, konflik. Mempertarungkan tokohnya dengan masalah. Sehingga bisa muncul konflik ‘dalam diri’ tokoh. Semisal, dia seorang yang patuh mendengarkan, tetapi sebenarnya dia menolak isi yang didengarkan. Karena bertentangan dengan kebenaran yang diyakininya. Tapi dia melawan dalam diamnya, memuliakan orangnya tapi membuang isi yang diungkapkannya. “Gue dengerin, tapi bukan berarti gue setuju apa yang lu omongin,” bisik hatinya. Kalau konflik verbal antartokoh banyak contoh. Baik yang berhadapan satu lawan satu secara fisik maupun pemikiran, beda pandangan atau tak sepakat atas nilai tertentu pada sebuah keadaan, misalnya. Atau sang tokoh dengan lingkungan, orang banyak, dan masyarakat.            

Masih ada unsur lainnya, seperti dialog dalam cerita, sepenting apa dan seberapa porsinya. Ada pembobotan nilai, ada orang yang menyebutnya amanat. Bagaimana melakukannya. Nanti kita sambung lain waktu. Sementara ini dulu cukup untuk mendasari pengetahuan bagaimana membuat cerita pendek. “Tulis dulu saja cerpennya sampai selesai…” []

2 thoughts on “Unsur-Unsur Cerpen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.